SHARE

Dengan berkembangnya teknologi menyebabkan arus informasi yang begitu cepat sehingga sulit membedakan info yang valid dan hoax terutama bagi pengguna media sosial seperti facebook, instagram dan bahkan aplikasi music dll. Begitu orang mudahnya mem-Posting, share dan berkomentar tentang konten yang syarat dengan isu SARA, negative content dan sesuatu yang menabrak norma yang berlaku. Namun, tidak bisa dinafikan bahwa sosial mediapun memiliki sisi baiknya.

Berlandaskan hal tersebut, maka PPPM BSI Purwokerto tergerak untuk melakukan penyuluhan untuk lebih bijak menggunakan sosial media dengan sasaran anak-anak pelajar yang akhir-akhir ini sudah menjadi hal yang biasa dalam penggunaan telepon genggam dan bahkan memilikinya. Ujar Ketua Koordinator Pengabdian Masyarakat pada yayasan Rumah Harapan Dede Firmansyah, M.Kom

Lanjut Dede, kegiatan ini bertujuan mengedukasi anak-anak dibawah umum agar berhati-hati dalam memposting status terutama saat berkomentar tetap harus beretika agar tidak terjerat kasus UU ITE yang belakangan ini sudah banyak terjadi kasus serupa akibat dari ketidaktahuannya.

Kegiatan tersebut disambut baik, terlihat dari antusiasme peserta penyuluhan yang notabene anak-anak yang masih tahap belajar. Kemudian kegiatan ini ditutup dengan berfoto bersama peserta dan pemateri dan diakhiri dengan penyerahan donasi yang dikumpulkan dari para meteri untuk sedikit meringankan beban operasional yayasan.