SHARE

Saat ini masyarakat di Indonesia masih dihadapkan pada kondisi jumlah wirausaha minim dengan mutu yang belum bisa dikatakan hebat, sehingga pembangunan kewirausahaan merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan ekonomi di negara ini. Untuk meningkatkan presentase pengusaha di Indonesia maka dibutuhkan pengenalan terhadap dunia entrepreneur pada para generasi muda khususnya di kalangan mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda yang sukses dan inovatif.

Untuk menjadi seorang wirausaha, sikap mental yang berani diiringi dengan perhitungan yang matang sangat membantu keberhasilan. Dalam menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan persaingan ekonomi global, maka kreativitas dan inovatif menjadi sangat penting untuk menciptakan keunggulan dalam berdaya saing.

Berangkat dari persoalan persoalan tersebut, AMIK BSI Purwokerto dan BSI Enterpreneur Center (BEC) mengadakan Seminar Entrepreneur bertemakan “Young Entrepreneur dengan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur“ pada hari Kamis 20 Oktober 2016.

Seminar yang rutin diselenggarakan ini merupakan suatu kegiatan yang bersifat edukatif dan serta dapat menambah wawasan mahasiswa/i berwirausaha, tata cara berwirausaha, apa yang harus dilakukan ketika membuka usaha, dan bagaimana mengembangkan usaha itu menjadi lebih dikenal oleh masyarakat serta untuk meningkatkan kualitas dan semangat dalam diri mahasiswa

Acara tersebut diadakan di Aula lt.5 AMIK BSI Purwokerto dengan dihadiri oleh 350 peserta mahasiswa. Peserta dapat menyampaikan tanya-jawab langsung dengan narasumber dan bagi peserta yang sudah memulai berwirausaha, dapat membagi permasalahan permasalahan yang dihadapi dalam berwirausaha. Seminar berlangsung dalam 2 sesi, yaitu sesi pertama pada pukul 12:00 s/d pukul 14:30 WIB dan sesi kedua berlangsung pada pukul 18.00 s/d pukul 20.30 WIB.

Seminar siang itu dimulai dengan penyampaian materi dari narasumber 1 dari Ketua BSI Enterpreneur Center (BEC) Bapak H. Yulikospartono M.Kom Pada sambutan tersebut beliau menyampaikan bahwa dengan penanaman sejak dini jiwa direktur ‘bos’ dalam diri, maka nantinya itu sangat berpengaruh dalam pencapaian mimpi dan angan-angan mahasiswa kedepannya. Di akhir sesinya beliau menyampaikan tips jangan terbiasa memainkan mindset ( pola pikir ) ke dalam hal-hal yang membuat kita tidak bisa ( pesimis ), biasakan selalu mempunyai mindset yang kuat untuk BISA. Jika kita mengatakan saya tidak bisa, saya tidak mampu, dan disaat itu juga bersiap-siaplah menghadapi kegagalan. Ubahlah kata-kata itu menjadi Ya saya bisa, saya mampu, saya bisa melakukannya, dan disaat itu otak akan berputar dan kita akan selalu siap menghadapi problem.

Seminar yang dipandu oleh Eka Rahmawati pada sesi 1 dan Adip pada sesi ke 2 ini juga menghadirkan narasumber ke 2 Bapak David. Beliau merupakan perwakilan dari Avrist Jakarta aktif sebagai trainer marketing pada PT. Avrist Indonesia. Dalam paparannya, beliau menyampaikan pesan kepada generasi muda calon pelaku usaha agar perlu juga memperhatikan pola pemasaran produk dan jasa, disamping juga memilih produk atau jasa apa yang dipilih untuk menjadi lahan bisnis nantinya. Pada sesi tanya jawab peserta begitu antusias melontarkan pertanyaan pada kedua narasumber.

Selanjutnya Beliau menyampaikan kepada peserta seminar bahwa jadilah pengusaha fashion dan bukan penjahit, jadilah pengusaha kuliner dan bukan koki, karena esensi pengusaha adalah bagaimana kemampuan kita dituntut dalam memasarkan produk.

Semoga melalui acara ini serta pemaparan dari para narasumber yang berkompetensi dalam dunia wirausaha, mahasiswa AMIK BSI Purwokerto semakin terdorong berusaha menggali potensi positif dalam diri dengan menciptakan suatu usaha baru yang juga dapat bermanfaat bagi nilai tambah orang lain.