SHARE

AMIK BSI Purwokerto sebagai salah satu kampus komputer di Kabupaten Banyumas, menggelar Seminar BSI Digination bertajuk Transformasi Kampus Ke Literasi Digital, pada Kamis (02/08) bertempat di Aula Kampus setempat.

transformasi literasi digital bsi

Dalam seminar tersebut menghadirkan 2 pembicara hebat, yakni Bapak Dr. Mochamad Wahyudi MM M.Kom M.Pd (pakar IT, praktisi, dosen STMIK Nusa Mandiri, Ketua Aptikom DKI Jakarta) dan Bapak Suharyanto, M.Kom (Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan BSI).

transformasi literasi digital bsi transformasi literasi digital bsi

Dr Mochamad Wahyudi MM M.Kom M.Pd selaku pembicara pertama mengatakan di Indonesia era digital sudah terjadi dan tidak bisa dihindari. Mahasiswa harus siap karena muncul pekerjaan-pekerjaan baru di golongan pekerjaan bidang IT. Untuk saat ini saja sudah lebih dari 300 golongan pekerjaan hadir dari bidang tersebut. Sementara itu, pembicara kedua Suharyanto MKom mengatakan revolusi industri merupakan sesuatu yang harus dihadapi dengan kemajuan teknologi dan sebaliknya bukan untuk berhenti inovasi.

Koordinator Acara, Vadlya Maarif, M.Kom mengatakan tujuan pertama diadakannya seminar kali ini agar mahasiswa BSI Purwokerto lebih siap menghadapi revolusi industri 4.0. Jika mahasiswa tidak siap dengan revolusi tersebut bukan tidak mungkin akan tereliminasi dari peradaban.

“BSI sudah berbasic digital semuanya online. Kita coba transformasikan kembali menghadapi revolusi tersebut,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Direktur BSI Group, Ir Naba Aji Notoseputro juga mengatakan, saat ini BSI telah melakukan perubahan‎. Sebagai awal kesiapan BSI menghadapi era disruptif dan revolusi teknologi 4.0.

“Tentunya transformasi ini perlu dukungan dari berbagai pihak seperti dosen, mahasiswa, civitas akademika BSI lainnya serta stakeholder,” katanya.

transformasi literasi digital bsi transformasi literasi digital bsi

Lebih lanjut, ia juga mengatakan, yang tengah dipersiapkan oleh kampusnya untuk menghadapi era disruptif dan revolusi industri 4.0, satu di antaranya melakukan merger atau penggabungan kampus. Menurutnya, pengajuan merger telah dilakukan sejak bulan Januari 2018 pada Direktorat Jenderal Kelembagaan Kemerenterian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Kita dalam persiapan, tidak lama lagi akan keluar izinnya,” katanya.

Acara seminar tersebut berlangsung selama 3 jam, mulai dari jam 13.00 hingga selesai jam 15.00 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here