SHARE
Hosting Unlimited Indonesia

Pelaksanaan Orientasi Akademik Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Banyumas pada Sabtu (14/09) turut mengundang Kasi Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas, Wicky Sri Erlangga Aditnyas sebagai narasumber Seminar Anti Narkoba.

DomaiNesia

Dalam pemaparannya, Wicky menjelaskan pola distribusi narkoba masuk di Kabupaten Banyumas kepada para mahasiswa baru UBSI.

bnn kabupaten banyumas

“Dari jakarta masuk lewat brebes, pekuncen, ajibarang, cilongok, karanglewas, hingga ke purwokerto. Dari semarang masuk lewat purbalingga, kembaran, sokaraja lalu purwokerto. Dari cilacap masuk lewat jatilawang ,rawalo, kebasen, patikraja lalu ke purwokerto. Dari Jogja, masuk lewat tambak, sumpiuh, kemranjen lalu banyumas. Selama 3 tahun terakhir tertinggi ada di kecamatan kembaran.” jelasnya

mahasiswa-ubsi-baru

Selain itu dirinya menambahkan bahwa cara paling efektif untuk mengetahui seseorang memakai narkoba atau tidak adalah dengan menggunakan tes rambut.

“Tes rambut dapat mendeteksi seorang pemakai narkoba sampai 3 bulan” tambahnya

Kepala Kampus, Ragil Wijianto mengatakan dirinya sengaja mengelar sosialisasi anti narkoba dengan menggandeng BNN

“Mahasiswa baru UBSI kami kenalkan dengan kegiatan anti narkoba. Supaya minimal dari mereka sendiri meskipun mahasiswa tetap bisa menjaga diri jauh dari narkoba” jelasnya

Menurutnya, para mahasiswa nantinya akan berperan aktif mengawasi lingkungan kampus. Dan akan membantu melaporkan jika ada peredaran atau pun penggunaan narkoba di kampus.

”Dari awal berdiri sampai kapan pun, UBSI harus bebas dari narkoba. Rokok saja di sini tidak boleh, apalagi narkoba,” tambahnya

Hosting Unlimited Indonesia